Wednesday, February 5, 2014

Nothing is change,
Nothing is really change,
And we do nothing unless overthinking of nightmare will come soon,
soon,
really soon...

Sunday, January 12, 2014

Semakin banyak yang dikit-dikit salah, semakin banyak yang menurutku biasa tapi katanya aneh, semakin banyak salah dan salah terus, semakin sepi, semakin terasa kalo apa yang aku liat pake mata itu beda dengan yang orang-orang liat...

Kau Buat Aku Bertanya

Sunday, December 15, 2013

Ketika kita percaya, dan menaruh kepercayaan
Tapi kita tidak butuh dia tau
Mendoakannya setiap lima waktu,
Tapi bahkan kita lupa sering menyebutnya dalam doa
Ketika dalam susah yang kita yakinkan adalah
Suatu hari kita akan bahagia bersamanya
Ketika yang kita inginkan hanyalah menjadi yang paling baik baginya
Ketika kita memutuskan untuk sakit dahulu
Hanya demi masa depan kita dengannya
Ketika dipagi hari, namanya ikut bangkit dalam kepala kita
Dan pikiran tentangnya mendominasi hari kita
Ketika yang kita sukai hanya mengingat saat kita dengannya
Yang menjadi hiburan tersendiri

Ketika dia menjadi sosok yang begitu sempurna di kala kita kebingungan
Ketika kesabarannya menginspirasi kita, untuk membuat tulisan ini.

Ketika hadirnya menjadi satu-satunya yang kita harapkan.
Untuk membunuh sepi kita, mendengarkan kita.

"Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari, tentang rasa ini, aku tak mengerti.
Akankah sama jadinya, bila bukan kamu?"

Saturday, December 14, 2013

They named it love, I named it you.

I Signed Your Name

It's always time like this when I think of you and I wonder if you think of me. -Vanessa Carlton, A Thousand Miles

I always hate to talk about my personal love story ever since I couldn't find any sweet because we were stucking in a long distance with limited connection caused of his current college, I thought it was, but I realized something why I love so much to listen that kind of lyric since then, lyric will always be something we can't verbalize in sentence, and how I love to searching for the same lyric and collect some sad songs, I was in love with sadness things, sad lyric, sad novel, sad ending story blabla but it's now different when I only heard that kind of lyric without feeling anything yet numb, when thing I only did is looking at nothing without even thinking of anything, deep inside, it's him.

To be more dramatic, or disgusting, I'm losing something, like a half of me is now being so faraway and I'm desperately lonely, I done my work feeling nothing, fortifying myself with higher laziness each day, then sleep became the best thing I love, sleep and dream...nothing, feeling like life is that empty and the most thing hate is, being alone when I'm being surrounded by a lot of people, a lot of friends, and college stuffs, becoming angry with everything, bothers myself with bad minds, and even get angrier, doing nothing, wasting time, and so much thing I can't type. 

Just because I loved to watch some of Hindi movies since here so I became this ridiculous. *self pukpuking*

I once, or often said, and wrote that long distance couldn't break two hearts those really want to be together, seriously, distance is not an obstacle, it is just only a journey in somebody's life, to me it does, it did, it wasn't this hard when I woke up in the morning reading your text or when I could tell you anything whenever I want, it was just never this hurt when the only thing I need is to hear your opinion and you were there, seriously, now I'm in so low term of life and I need you there.

I wasn't give up and I know how your feeling when you once sorry-ing me about this situation, we always find the way, I believe in that because that was always true in a long journey of our relationship, we always find the way back home, and I don't blame you, I don't blame this situation, I know it's also hard to you even we tried to skip all those sadness crap when we found time to say hello and having a long of chit-chat, a long means the longest was a day, the shortest was like we just did, shorter than 10 minutes, and then you promise to call me later, you know what, I don't hope too much, I won't be sad when we can't having phone-call this week, I won't let things change, I won't change, I will stay.

...the fight for you is all I ever known, so come home. -One Republic, Come Home.

Forgive me for being too dramatic or I'm a very dramaqueen, sometimes I know I will think of what my friends always asked, "What makes you really sure?"-kind of questions, I think love does, I think 'love' is the best reason to make thing seems so forgivable, no, I think I don't make any mistake of loving you and I let it grow higher everyday, I confused with my current life, and all I do is I hope to not blame you for not being there when I really need, I'm scare one day this distance seperates us, I'm scare if one day we remain ex, I afraid to not end up with you, because you're the only thing that lives inside, the one I share my life with, and the reason why I keep silent this far.

Distance means so little when someone means so much...finally I type this :( I used to think that when we ikhlas enough, we don't have to type that kind of things, hope this doesn't make me less ikhlas.

It's Hard When...

Friday, December 13, 2013


*clears throat*
Untuk mereka yang belum mengerti, maka disini aku ingin menjelaskan tentang keinginanku, tentang impianku, tentang harapan dan cita-citaku, masa depanku, disini aku ingin menjelaskan tentang hidupku, tentang mengapa aku merasa tidak enak, merasa menyusahkan, seringkali merasa insecure dengan apapun, seringkali duduk termenung di gelap, terdiam sendiri dengan hp dan headset, duduk berjam-jam dengan lagu bervolume keras, seperti menganggap sekitaranku hanya ilusi, lalu aku sibuk dengan duniaku sendiri.

Sungguh bukan merumit-rumitkan, bukan merasa pandai untuk merangkai kata-kata lalu mengajak kalian merasa bahwa hal-hal aneh itu dapat diterima, tidak sama sekali, tapi jujur, jika ditanyakan kenapa aku lebih suka sendiri dan melamun panjang daripada tertawa-tawa dan berinteraksi dengan orang-orang juga melakukan hal-hal yang menyenangkan, aku sendiri tidak tau, aku hanya melakukan sesuatu yang rasanya lebih nyaman untuk diri sendiri, lebih aman, aku nggak pinter bawa diri, dan diatas apapun aku orangnya emang suka canggung kebangetan, aku ngerasa lebih baik mencari tau kemana yang harus diliat daripada dengarin omongannya kalo lagi sama orang, diatas apapun aku emang susah 'nyaman' sama orang, maka dari itu, kenapa kalo udah nyaman rasanya nggak boleh jauh lagi.

Weird, adalah satu kata yang dengan jelas menggambarkan aku, jadi kalo aku lagi aneh, aku harap kalian ngerti, kalo aku lagi awut-awutan, kalut, dan banyakan diem daripada ngomong, kadang-kadang juga keliatan kayak marah, itu berarti aku lagi nggak nyaman sama diri aku sendiri, itu berarti aku lagi nyari cara supaya aku terlihat normal didepan kalian, kadang-kadang aku capek kalo setiap hari harus seperti itu, aku pengen normal-normal aja kayak orang-orang kebanyakan, tapi apakah menjadi minoritas adalah kesalahan? Apakah kita diberikan pilihan sebelum memutuskan akan dilahirkan seperti apa? Lalu inilah aku, yang diam-diam mengusap air mata di pojok ruangan, yang berkhayal tentang hal-hal yang indah karena segitu desperatenya sama keadaan dan merasa suatu hari akan ada hal-hal yang indah yang akan terjadi dan nggak ngebiarin aku sedih dan ngerasa nggak nyaman lagi.

Aku udah terbiasa dengan apapun yang aku cintai lalu diambil, aku sudah kebas dengan hal-hal seperti itu, makanya kalo aku lagi sendiri bukannya hal itu aku buat-buat untuk bikin kalian susah karena ngerasa aku lagi aneh, aku emang kayak gitu adanya, sendiri bukan masalah, karena aku udah kebas dengan kehilangan dan aku pasti selalu merasa kalo semua orang yang ada sama aku sekarang pasti suatu saat pergi dan aku sendiri lagi, jadi tolong jangan kuatir berlebihan, seperti yang tadi udah aku bilang, anggap aja aku aneh, nggak apa-apa, asal nggak mempertanyakan hal-hal yang aku sendiri nggak bisa jawab kenapa aku seperti itu.

Kenapa sih kadang-kadang aku suka nge-jokes di tweet, status, atau bisa ketawa-ketawa sama kalian? Itu berarti aku lagi seneng, ada sesuatu yang bikin aku seneng makanya aku bisa seneng terus, maka jangan rusak momen itu dengan pertanyaan-pertanyaan kalian.

Sungguh, aku pengen jadi normal dan ngelakuin hal-hal normal.

Kenapa aku panikan? Sampe satu dosen pernah bilang, "Kamu itu sebenarnya pinter suci, makanya saya suruh sama kamu, tapi kamu panikan, worried, sedikit-sedikit kalang-kabut, makanya jadinya berantakan." mungkin karena aku terlalu takut sekali aku buat kesalahan, akan berdampak besar kedepannya, makanya aku selalu ngerasa, kalo berbuat apapun, kesempurnaan yang harus dikedepanin, padahal emang hal itu yang bikin aku selalu harus jaga-jaga dan worried ujung-ujungnya.


We're all experience bad things, sangat manusiawi, kan? Tapi ada diantara kelompok mayoritas itu yang sulit untuk melepas penyesalan yang membuat semua hal kedepan penuh keragu-raguan.





Note To Self

Ilusi terkadang mengubah cara pandang, semakin tinggi ilusi yang menempatkan kita berada disuatu titik yang tinggi, akan mengubah persepsi kita tentang hidup kita yang sederhana menjadi sesejajar mimpi itu, kita bisa merasa tinggi, padahal tidak ada yang bisa menghubungkan kita kesana, ada saatnya datang waktu-waktu jenuh yang membiarkan kita larut pada 'keadaanyang sebenarnya' yang sebenarnya 'lebih banyak membingungkan' tapi kita menyangkalnya karena lebih mempercayai ilusi yang bermain di kepala kita.

Rumusnya sebenarnya gampang, stay true to yourself, jangan dibikin bingung, dibuat fake padahal cuman ada di otak kita, alhasil kita cuman bisa desperate tapi karena merasa terlalu 'susah' untuk move on dari hal-hal semacam itu, kita perlu untuk 'jujur' apa yang telah menjadi keadaan kita, jujur menjadi diri sendiri diatas titik yang bisa kita capai dalam hidup, jujur untuk gak nyombongin apapun karena nggak punya apapun untuk disombongin. :)

Stay true to yourself, karena selalu ada kebahagiaan dibalik semua kesederhanaan, jalannya hanya bersyukur, jalannya hanya, melihat bahwa apapun yang sudah ditakdirkan tidak pernah menjadi kesalahan, hanya kadang yang harus kita lakukan adalah memahami diri kita sendiri, lalu bekerja keras untuk mimpi-mimpi :)

Deal With It!

Friday, November 22, 2013

Do you feel comfortable being yourself today?

Satu pertanyaan yang sering ganggu banget selama ini, mungkin karena jauh di dalam hati, saya ngerasa nggak nyaman buat jadi diri sendiri, miris ya, kenyataannya, semua orang berjuang keras dalam hidupnya saya malah ngerasa nggak nyaman berada di tubuh sendiri, saya lagi pengen berantem sama batin yang suka ngelunjak banget, jiwa yang suka bertolak belakang banget banget, sama kadang-kadang saya lebih suka ngomong yang sebenarnya saya nggak suka, bertolak belakang sama hati, mungkin cuma sekedar ngerasa nggak enak, atau kadang-kadang bohong itu baik kan? :p

Saya tipenya tuh suka merhatiin kelakuan manusia, trus keluar deh 'tabiat' pengen jadi kayak si ini, kayak si itu, slalu ngebayangin jadi dia itu lebih enak, jadi dia yang itu apalagi, akibatnya, walaupun kita ngerasa nggak pernah ngikutin siapa-siapa tapi kenapa ya apapun yang dibuat rasanya fake aja, nggak ngerasa itu pengennya kita, tapi ketika nanya jujur sama diri sendiri, "Sebenernya enaknya gimana sih?" Jadinya malah kayak "harus ngapain sih biar jadi kayak gini?" dan kita ngelakuin hal-hal yang seharusnya biar keliatannya kayak apa, bukan asli pengennya kita, jadinya malah mengerikan, kayak akting tiap hari.

Saya sering ngerasa nggak pengen banyak ngomong, tapi takut dikira sombong atau judes, saya males kalo orang tau saya moody, saya males dianggap tertutup, lagian saya rasa, kalo nggak ngomong nanti dikira sombong, dikira ini, dikira itu, so typical me, slalu nggak nyaman sama pendapat orang, why cant just quite and feel okay? Malahan kalo banyak ngomong lah ujung-ujung kepikiran dari tadi cuap-cuap terus ngobrolin apa? Nyakitin si ini nggak sih? -_____- My head is a madness.

Gitu juga soal mau milih sesuatu, thats terrible to pick things and mind says, you have to pick one describes you a lot, saya emang udah dua puluh tahun, tapi saya bingung kalo disuruh milih saya cocoknya kayak gimana, milih baju, susah, milih apapun, ribet, karena nggak pengen terakhirnya nyesal karena menurut orang  keliatan mencolok, nggak pas banget, aaaarggghhh. Well, deep inside I know I don't have to write all the things in my blog, but I don't have friends to share things with, pacar lagi masa pendidikan di salah satu sekolah pelayaran dan nggak bisa komunikasi karena dilarang bawa hp, and we're in a long distance relationship, what wasn't perfect? -_____- lagian ini juga bentuk curhat yang bisa diceritain cukup disimpen aja.

Tapi kalo suka mendam, jadinya nggak banyak temen, trus dicap tertutup sama orang dehhhhh.

Well thanks, blog! I know what's that so matter in me now, sebenernya dari dulu udah tau, saya risihnya gak pernah datang bener-bener dari diri sendiri, sekali diomongin, "Eh, gendutan ya..." Dulu mah masa-masa SMP sama SMA ngerasa yaudah deh udah takdir kali, but as I grew up, aku udah mulai nggak nyaman, dan akhirnya sempet kurus juga, sempet udah sampe 43 tahun kemaren dan tulang pipi nonjoooool, tapi sekarang udah kembali kayak dulu hahhaha

Rudeeeeee hahahahaha 
Some people thinks I'd better look with chubby cheek, but I hate that so much, I don't know I just feel to be skinny is to be happy, fleksibel aja gitu, muat semua baju lagi, tapi udah beberapa minggu setres gegara UTS dan banyak MK susah, banyak tugas, banyak ngeresume, alhasil, banyak makaaaan dong, ngemil coklat juga banyak, udah setahun di Lhokseumawe, baru di semester tiga ini saya ngerasa banyak banget jajan, jajan coklat tiap hari, but chocolate describes me a lot, that's my forever problem :D Kalo malam itu orang-orang ngehindarin buat liat pos makanan di instagram, saya malah liat-liat instagramnya bakery-bakery yang ngehias cake lucu-lucu gitu, pokoknya, kayak saya lupa deh gimana dulu dietnya, lupa gimana dulu udah seneng karena muat hampir semua baju mamak saya (Ya, saya suka bongkar lemari mamak, dan mamak saya waktu mudanya kurus, kurusnya pake banget lagi -___-), udah lupa gimana nahan makan buat dietnya juga hahahah
So, what is the point with having imperfection personality? We have to enjoy things, nyoba pelan-pelan buat nerima apapun keadaannya gimanapun bentuknya, trying to be honest and deal with ourselves, menikmati semua hal dan sadar kalo kehidupan orang-orang itu udah sejalan dengan takdirnya, tapi tetap bisa kita ubah nasibnya, I just love this feeling (Thank you, blog!!!!) the thing is, I'm still learning myself, I'm still trying to in love with myself, cause if I'm not, who else will? :)


Nothing Compares Weekend's Feeling

Sunday, November 17, 2013

Niat buka laptop buat belajar bikin neraca pelajaran SIA, tapi berhubung susah banget, nyari-nyari di google tutorialnya juga nggak sama, yaudah akhirnya mampir kesini lagi deh, mau nulis apa? Nggak tau, nggak ada yang harus di tulis, kepala lagi nggak korslet jadinya nggak bisa bikin puisi (eh, bukan puisi juga sih, ya yang mirip sama post sebelumnya itu :D), bukan berarti kepala lagi pas juga, nggak terlalu berantakan, bukan berarti nggak berantakan--nah, ini kayaknya yang cocok.

Nothing compares weekend's feeling. Saya bukan tipe orang yang suka weekend dan berharap banget weekend tiba, alasannya, saya nggak tau mau kemana dan palingan cuma berada di rumah, males-malesan, atau kalo nggak ya ngerjain tugas, selesai tugas, duduk-duduk lagi sampe akhirnya senin lagi, saya selalu pengennya senin cepet datangnya karena saya jadi punya sesuatu buat saya kerjain, belajar di kampus, ngabisin waktu di kampus sama teman-teman, pokoknya kalo udah senin dan saya mulai disibukin sama rutinitas lagi, saya jadi lebih lega, alasannya, ya karena itulah tugas saya merantau kesini, alasan lainnya saya 'nggak terlalu suka' weekend karena saya disini nggak punya motor, jadi kalo mau keluar pun saya harus naik angkot, yang berat dari naik angkot adalah saya belum benar-benar tau kota ini gimana, trus ya, emang nggak tau kemana. Belakangan rutinitas waktu weekend jadi beda, malah jadi yang saya tunggu-tunggu :D Karena emang ada sesuatu, yang bisanya cuman di dua hari itu aja.

Tapi, tetap aja berat karena perasaan kurang betah muncul lagi, tapi apa yang bisa saya lakukan?

-----

Pernah tau nggak sih gimana rasanya merasa diri sendiri selalu menghandle kehidupan orang lain? Walaupun orang itu orang terdekat kita? Dia selalu nyerahin segalanya sama kita dan ngorbanin apa yang dia suka karena dia tau kita lebih suka, jadi dia ngikutin aja apa mau kita, kebetulan, saya nggak suka berada di posisi itu, jadi, bad feeling comes from that, after thousand things that enough made me down today. 

I always learn to be a thankful person so I try to always thanking God of anything instead of writing stuffs that frustrating me, so far God was so kind to me, jadi, saya rasa nggak ada hal yang lebih baik daripada mensyukuri apapun yang telah kita miliki, hal itu bikin saya ngerasa lebih hidup, and I found myself smiling, menandakan kalo saya bahagia udah sejauh ini, terkadang memang berat dan slalu ada aja yang dikasih, pertanda Sang Maha Baik sedang kangen-kangennya sama kita dan pengennya kita ingat Dia, jadi, nggak ada salahnya meminta, meminta hikmah-hikmah terbaik dari keadaan sekarang, kalo udah terlalu berat, serahkan pada-Nya, Dia yang lebih mengerti, dan di dunia ini memang ada banyak hal yang nggak bisa kita selesaikan sendiri, maka sebaiknya kita pulangkan pada-Nya.

Pardon me to write this kind of writing, I shouldn't have to open up all the things to world, but this is my blog, my own world, so I only want you to know that you can always say everything about things you like without asking me what to do about it, because that was really uncomfortable me, dan bikin saya kepikiran kayak sekarang, anyway, I miss everything right now, I miss my Mom, my family, him, my friends, my hometown and how I miss the feeling when I go around Ulele, with the bright sky and the blue wide beach, so fine feeling. :)

Another Night

Saturday, November 16, 2013


Ku buka diaryku, 
Kadang ingin menyinggungmu dengan sepatah dua patah kata
yang pernah ku tujukan kepadamu
Kadang hanya ingin mengulang,
masa-masa yang telah lalu
Kadang hanya ingin melihat wajahmu, 
Yang ku ukir manis dengan kata dibawahnya
Kadang aku ingin mengingat, 
Segala hal yang pernah kita lewati

Ku lewatkan beberapa lembar,
Karena tetesan itu mulai mengalir lagi,
Satu detik, dua detik, hingga kemudian deras
Menyapu keresahan di malam pekat mencekam

Seketika memori membawaku berkelana
Ketika itu, denganmu
Suatu sore ketika tanah basah, hujan baru saja turun
Kita berkeliling,
Mengitari seputara pemukiman
Aku tertawa, kau fokus, melaju dengan vespamu
Vespa hijau tua

Atau beberapa waktu dimana
Kau menunggu di luar gerbang sekolah
Dengan kemeja berkerah merah jambu.
Menjemputku pulang

Sering dimana kita menghabiskan siang di tempatmu mencarikan kami kehidupan
Terik, dengan langit berwarna biru muda, cerah

Teringat waktu kecil dulu,
Kau pulang membawa kue mini dengan gula-gula warna-warni

Atau seringkali mencarikan apapun untukku, dimanapun, segalanya.
Untukku.

Kau berwujud malaikat dengan tangan kasar,
Bekas kerja keras,
Simbol pantang menyerah,
Meski sering kalah

Lekuk bibirmu terkatup, 
Menyisakan tanda kau terlalu tertutup

Matamu yang coklat keabuan, 
Letak pekat keletihan berabad

Teringat dimana aku sering mengabaikan,
Hal benar yang kau utarakan
Dimana aku sering kalah,
Karena padamu ku sering salah

Dimana akhirnya kita berpisah, dan aku mulai menanti hari itu
Aku mulai meniti jalan ke depan dengan harapan,
Di hari itu aku kembali dipertemukan denganmu,
Kan ku ceritakan padamu tentang mimpi
dimana yang dulu sering kita bagi,
Sudah ku penuhi

Keresahanku menenggelamkanku lagi, ke memori lama itu
Yang menggambarkan tawamu, senyummu, amarahmu, tatapanmu
Menceritakan banyak hal tentangmu

Ayah,
Aku rindu, 
Teramat rindu..

Untitled.

Thursday, November 14, 2013

Mendung menggantung pekat pertanda hujan akan datang sebentar lagi, aku berusaha menjajari langkahku dengan teratur di pinggir lorong, mengatur agar tidak terlalu ke tengah dan bisa saja tertabrak kendaraan apapun yang lewat, orang-orang berlalu lalang karena disini adalah daerah ramai dengan pasar, sekelompok pemuda berjalan bersemangat menuju memasuki mesjid yang berdiri megah dan menjadi puncak tertinggi di dekat jalanan itu, orang-orang tua, anak-anak kecil, yang ke semuanya laki-laki, didominasi warna putih, memasuki daerah itu, hari ini jum'at.

Aku tetap menundukkan pandangan lalu berjalan gontai menuju rumah, hanya sejenak sempat ku perhatikan keadaan dan kemudian aku kembali disibukkan pikiranku sendiri, dengan alunan nada-nada indah ditelingaku, wajah orang-orang melintasi kepalaku, satu persatu, teratur dengan urutannya, selalu begitu, setiap hari, setiap hari hingga aku pusing, hingga aku pikir lebih baik ku kerjakan tugas akuntansi biayaku dulu karena itulah alasannya aku disini.

Pengap, pengap sekali sampai rasanya ingin muntah, pengap sekali hingga ingin sekali ku muntahkan pikiranku, ku abaikan setiap elemen perasaan yang menusuk, mengapa aku belum sepenuhnya menyayangi diriku sendiri sampai aku belum bisa mengetahui apa sebenarnya yang ingin ku cari? Mengapa terkadang mimpiku banyak sekali, lalu hilang, menguap begitu saja, seperti hari ini, pathetic sekali, tidak bersemangat.

Lalu mulai gerimis kecil-kecil, tumpah satu-satu di puncak kepala, apa yang ku cari? Tanyaku disini, masih dalam sepi.

R

"Kau seperti, nyanyian dalam hatiku 
yang memanggil rinduku padamu,
Kau seperti udara yang ku hela,
Kau selalu ada." 

Aku sering berhenti melakukan apa saja yang sedang aku lakukan kalau aku menangkap bola matamu memandang lurus kearahku, sudah lama, dan masih salah tingkah, ingin sekali tidak memamerkan senyum tapi tinggallah bibirku yang tertarik sendiri menyunggingkan senyum, hari itu, adalah kesekian kalinya kita bisa ngumpul berdua setelah beraktivitas sama-sama, di kampus masing-masing, dengan rutinitas masing-masing.

Tentu saja itu dulu, sejak belum sekalipun mempermasalahkan jarak.

Hari itu berbeda ketika kita sangat menikmati apa yang sedang kita lakukan, hamparan biru di depanku dan ada kamu, sudah cukup, aku ingin menikmatinya dengan diam saja tapi bukan aku namanya jika tidak terus mengoceh, kadang kau menyunggingkan senyum atau sesekali tertawa, nonsense, apakah kau berpikir seperti itu?

Aku rindu, pada laut, yang selalu menjadi tempat nomor satu paling sering kita nikmati bersama, dulu, aku tidak pernah tau jika ada orang lain yang memandang gugusan biru itu sama sepertiku, kita sering membicarakan mimpi, masalalu, segala hal, mungkin terdengar garing sekali pada orang lain tapi untukku itu slalu menjadi topik nomor satu, ombak bergulung riang disambut oleh suara mesin kapal yang dihidupkan, pagiku, bersamamu, pernah kita habiskan di tempat itu, sekedar berjalan, melihat biru, lalu bercerita lagi, sekedar menoleh ke belakang, atau aku, yang begitu bersemangat bercerita tentang hal yang akan datang nanti.

Aku selalu dilanda rindu, tentangmu, tentang laut biru, tentang tawa dan canda bersama, tentang perjalanan yang tidak akan ada titik ujungnya, roda-roda yang berputar, membawa kita menyusuri segala tempat yang kita inginkan dan kita mulai bangun cerita baru, di hari itu, di hari yang lainnya. Aku rindu, pada senyum menentramkan nan misterius, tentang tawa lepas yang kadang mengejek, tentangmu, yang selalu ku rindukan, tentang hari yang belum terbenam, kita menikmati panas ataupun hujan.

Tentang kata-kata manis, atau ocehan-ocehan membosankan (yang selalu terbanyak dari aku), rindu ketika kau diam, terkadang panik, terkadang marah.

Rindu, pada kota pertama tempatku mengenal angka, rindu pada Ibu, yang selalu membasuh perih, rindu padamu, yang selalu menentramkan dan mengerti aku.

Hanya itu, hanya aku rindu.

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS